Ku lari ke hutan kemudian menyanyi ku,
Ku lari ke pantai kemudian teriak ku,
Sepi, sepi dan sendiri aku benci,
Ingin bingar, aku mau di pasar,
Bosan aku dengan penat,
Enyah saja kau pekat,
Seperti berjelaga jika ku sendiri.
Kenapa tak pecahkan saja gelasnya,
Biar ramai, biar mengaduh sampai gaduh.
Ahh.. Ada malaikat,
Menyulam jaring labah labah belang di tembok kenakan putih,
Kenapa tak kau goyangkan saja locengnya biar terdera,
Atau aku harus ke hutan, belok ke pantai?
Aku perlukan telinga, aku perlukan bahu, tapi aku tak ada, dan tak punya.
Andai ada satu berita gembira, akan aku senyum selebarnya.
Tubuh, tangan, kaki dan semua,
diamlah. rehatlah.
Biarkan semua berlalu pergi,
bersama mimpi yang belum pasti.
Selamat malam duniawi..
No comments:
Post a Comment